Minggu, 10 Juli 2016

Mencetak dan membuat digital proofing warna khusus

(artikel diolah dari beberapa sumber dan http://www.color.org/CxF_test.xalter
Mencetak berkas desain yang mengandung warna khusus sebenarnya bukan hal baru, warna khusus (spot colors) dipakai untuk memvisualkan warna-warna yang dianggap penting namun tidak dapat direproduksi oleh warna proses CMYK (out of gamut), seperti warna-warna identitas (brand colors). Warna-warna metalik seperti emas atau perak, warna-warna yang berpendar (fluorescent) dan beberapa warna-warna yang kuat (vivid) adalah contoh warna-warna yang biasanya tidak bisa dicetak dengan menggunakan kombinasi warna proses CMYK oleh karena itu perlu dicetak dengan tinta warna khusus.
Gambar 1: Warna khusus
Bagi percetakan warna khusus bukan hanya dalam pengertian warna itu sendiri, tetapi dalam beberapa kasus dengan alasan teknis percetakan dengan sengaja menggunakan tinta warna khusus dan bukan kombinasi warna proses CMYK.
Kendala TVI dan Tranparency
Gambar 2 Warna turunan
Perlu diketahui bahwa penggunaan tinta warna khusus mempunyai konsekuensi sendiri. Di lapangan kita jumpai ada 2 cara mempersiapkan/membuat tinta warna khusus, yaitu:
1.    Tinta warna khusus dipesan oleh percetakan kepada supplier (pabrik tinta atau perusahaan Color matching) untuk membuat sesuai dengan warna yang dipesan. Dalam hal ini diharapkan pihak supplier sudah memperhitungkan faktor metameri dan properti tinta lainnya seperti keenceran dan kelengketan tinta yang dapat mempengaruhi nilai pengembangan titik raster (TVI = tone value increase) serta sifat tembus (transparency).
2.    Tinta warna khusus diaduk di lokasi percetakan dari beberapa macam tinta dasar (basic inks). Proses pencampuran bisa dilakukan oleh staf pabrik tinta yang diperbantukan atau oleh karyawan percetakan yang terlatih, dalam hal ini kita paham bahwa keterbatasan aneka tinta dasar dan kimia pendukung, peralatan pencampuran, peralatan pengukuran serta kondisi ruang pencampuran.

Gambar 3 Warna tumpukan
Dua deret warna tersebut dicetak dengan komposisi Cyan dan Yellow yang sama, tetapi dicetak dengan tinta Yellow yang berbeda, pada deret bawah tinta Yellow sedikit lebih pekat dari pada tinta Yellow yang dipakai mencetak deret atas.

Meskipun demikian kedua proses pembuatan tinta warna khusus tersebut diatas yang sama-sama mencocokan warna hanya pada warna solid (pencocokan warna khusus dengan beberapa variasi ketebalan tinta) dan kadang-kadang dilengkapi dengan menumpuk tinta diatas warna hitam, belum mampu memberikan informasi bagaimana hasil cetak apabila diaplikasikan pada warna turunan (tint/gradient) dan warna tumpukan (overprint) yang tepat.
Ini berkaitan dengan sifat tinta dan kondisi pencetakan yang mempengaruhi nilai TVI, apabila pada pencetakan warna khusus yang sama terjadi nilai TVI berbeda maka tampilan warna turunannya akan berbeda juga. Demikian juga dengan sifat tembus tinta dan kondisi pencetakan (ink trapping) yang berbeda akan menghasilkan cetakan warna tumpukan yang berbeda.
Dengan demikian baik print buyer maupun percetakan hanya dapat memprediksi warna solid dan metameri (karena metode ink proof), tetapi untuk memprediksi warna turunan  dan warna tumpukan dibutuhkan pencetakan nyata atau dengan metode digital proofing yang dapat mengadopsi format CxF/X-4.
CxF/X-4 – karakteristika tinta warna khusus
Mengadopsi format pertukaran warna (CxF = Color eXchange Format) dari X-Rite, ISO 17972-4:2015 Graphic technology -- Colour data exchange format (CxF/X) -- Part 4: Spot colour characterisation data (CxF/X-4) mendefinisikan format CxF/X-4 yang dapat digunakan untuk menyimpan data karakteristika tinta warna khusus.  Karakteristika tinta warna khusus yang dimaksud antara lain data spektral yang didapat dari pengukuran beberapa potong warna dalam bagan seperti Gambar 4. Bagan terdiri dari 2 deretan warna khusus dan turunannya yang pertama dicetak diatas materi kertas tertentu dan yang kedua diletakan pada bagian yang sebelumnya sudah tercetak dengan tinta warna hitam.
Percetakan mencetak bagan warna khusus tersebut dengan kondisi penyetelan yang standar, seperti yang disarankan warna hitam dicetak terlebih dahulu baru warna khusus yang akan diukur (mencetak wet on dry), target density warna (basah) solid dapat diberikan oleh pabrik tinta / color matching supplier. Cetakan diukur dengan menggunakan aplikasi CxF/X-4 toolbox dan hasil pengukuran disimpan dalam format CxF/X-4.
CxF/X-4 dapat disimpan dalam format PDF 2.0 sehingga aplikasi digital proofing yang memproses berkas PDF 2.0 dengan data warna khusus dapat memvisualkan warna-warna khusus sesuai dengan hasil cetak akhir. Catatan: meskipun ekstensi ini didefinisikan oleh PDF 2.0, spesifikasi ini sudah ditetapkan untuk memungkinkan mereka digunakan dalam PDF versi 1.x.
Standar ini diharapkan memberikan cara yang lebih dapat diandalkan dan diterapkan dalam aplikasi digital proofing.
Gambar 4 Bagan untuk pengukuran warna khusus 
Digital proofing berkas dengan tinta warna khusus
Mencetak dengan warna khusus harus konsisten, baik materi cetak (kertas dan tinta) maupun kondisi pencetakannya, oleh karena itu mengadopsi profil yang dibuat secara global akan mengalami kesulitan tersendiri, karena pencapaian toleransi sulit untuk diprediksi.
Menyadari hal ini ATGMI menginisiasi pembuatan profil tinta warna khusus di percetakan PT. Citra Sastra Grafika (Jakarta Barat), proyek ini akan mencetak 18 warna khusus produk Cemani Toka yang disusun dalam bagan seperti Gambar 4 dengan tiga macam materi cetak yang berbeda, yaitu Karton Ivory produksi Indah Kiat, Karton Dupleks produksi Indah Kiat dan Kanton Dupleks produksi Pakerin.
Setelah pencetakan, hasil cetak diukur dan disimpan dalam format CxF/X-4. Data kemudian disimpan dalam aplikasi digital proofing sebagai target profil. Dengan demikian digital proofing dengan berkas yang mengandung warna khusus dapat dibuat digital proofing nya.
Laporan selengkapnya akan dipresentasikan dalam seminar sehari ATGMI dengan thema “The Standardized Workflow in Packaging Printing: the Use of Brand Colors” pada hari Rabu tanggal 20Juli 2016 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta 11410. Bagi semua yang berkepentingan dengan penggunaan warna khusus disarankan dapat berpartisipasi di seminar ini.

3 komentar:

SUGENG - SIWI mengatakan...

Pada umumnya spot color atau special.color di cetak single.print dan dengan type pigment tertentu. Pada warna brand tertentu di buat dengan mix dari warna pigment yg jarang di pakai dan biasanya lebih mahal.

Herman Pratomo mengatakan...

Benar pak Sugeng, terima kasih atas informasinya

Tommy K mengatakan...

Menjual berbagai macam jenis chemical printing offset IPA alkohol Rwh dll untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya Tommy 081310849918